Jumat, 12 Oktober 2012

Tanda-tanda Kerusakan Telur

Beberapa faktor dapat menyebabkan kerusakan pada telur yaitu faktor fisik, kimia maupun mikrobiologi. Untuk lebih jelas mengetahui kerusakan pada telur, dapat kita lihat tanda-tanda bila telur tersebut telah rusak. Telur yang telah mengalami penurunan kualitas, secara fisik ditandai dengan adanya perubahan-perubahan sebagai berikut :
a.      Isi telur yang semula terbagi dua (kuning telur dan putih telur) dan berbentuk kental, berubah menjadi cair dan telah bercampur.
b.      Terdapat noda hitam pada bagian putih telur, dapat diterawang/dilihat menggunakan lampu.
c.       Tercium bau yang busuk.
d.      Terdapat belatung pada cangkangnya.
e.       Bila diguncang, berbunyi.
f.       Adanya keretakan pada cangkang
g.      Bila dimasukan ke dalam air, akan mengapung atau melayang mendekati permukaan air.
Kerusakan telur juga dapat disebabkan oleh mikrobiologi karena adanya aktifitas bakteri dan jamur antara lain sebagai berikut :
a.       Geen rot , Pada keadaan ini isi telur menjadi encer, kadang-kadang dijumpai warna kehijauan. Kuning telur tertutup oleh lapisan berwarna merah jambu keputih-putihan. Putih telur kadang kadang menjadi hitam. Telur berbau busuk dan rasanya agak asam. Penyebabnya adalah bakteri dari genus Pseudomonas.
b.      Red rot , Bakteri-bakteri Pseudomonas dapat pula menyebabkan pewarnaan merah pada kuning telur. Putih telurnya sendiri menjadi encer dan berwarna keabu-abuan mendekati merah.
c.       Black rot, Telur menjadi berbau sangat busuk. Apabila telur dipecah isinya berwarna coklat kehijauan, encer dan berair. Kuning telur berwarna hitam. Penyebabnya adalah bakteri-bakteri Aloaligenes, Escherichia dan bakteri-bakteri pemecah protein.
d.      Tumbuhnya jamur pada bagian dalam kulit telur atau pada selaput tipis kulit. Kemampakan jamur ini keabu-abuan atau hitam. Kadang-kadang sedikit merah jambu.

1 komentar: